Selasa, 10 April 2012

KESENIAN TANJIDOR

Tanjidor adalah sebuah kesenian Betawi yang berbentuk orkes. Kesenian ini sudah dimulai sejak abad ke-19. Alat-alat musik yang digunakan biasanya terdiri dari penggabungan alat-alat musik tiup, alat-alat musik gesek dan alat-alat musik perkusi. Kesenian Tanjidor juga terdapat di Kalimantan Barat.

Kata Tanjidor berasal dari nama kelompok sisa-sisa musik Tangsi (asrama militer Jepang) yang dimainkan masyarakat Betawi yang bekerja bukan sebagai pemain musik, melainkan bermain musik untuk kepuasan batin dan kesenangan saja serta kegemaran masyarakat.

Kesenian Tanjidor umumnya dipakai dalam musik jalanan tradisional, atau pesta cap gomeh di kalangan Cina Betawi. Musik ini merupakan sisa dari musik baris dan musik tiup zaman Belanda di Indonesia. Biasanya kesenian ini digunakan untuk mengantar pengantin atau dalam acara pawai daerah. Tapi pada umumnya kesenian ini diadakan di suatu tempat yang akan dihadiri oleh masyarakat Betawi secara luas layaknya sebuah orkes.

Akan tetapi kesenian ini sudah mulai terlupakan karena zaman yang semakin modern dan kurangnya peminat di kalangan remaja-remaja yang lebih memilih memainkan musik-musik dari budaya luar. Hanya sebagian remaja-remaja saja yang memainkan alat-alat musik tanjidor. Sekarang ini kita hanya bisa menikmati kesenian ini jika ada perayaan besar saja. Untuk itulah mari kita menjaga kesenian Tanjidor ini karena kesenian ini merupakan sebuah devisit negara yang sangat penting.

referensi:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar